TEMPO.CO, Jakarta
- Badan Promosi Pariwisata Indonesia menggelar Ina Culinary Fair 2014
di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan pada 13 hingga 15 Juni 2014.
Pameran yang diikuti 117 gerai peserta kuliner nusantara ini menargetkan
pengunjung 50 ribu orang.
"Kami akan mengangkat kuliner
Indonesia di luar dari 30 ikon kuliner Indonesia," kata Yanti Sukamdani,
Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia di Merak Room, JCC, Senayan,
Jakarta pada 7 Juni 2014.
Beberapa masakan yang menjadi 30 ikon
kuliner Indonesia oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah,
ayam panggang bumbu rujak Yogyakarta, Gado Gado Jakarta, Nasi Goreng
Kampung, Serabi Bandung, Sarikayo Minangkabau, Es Dawet Ayu
Banjarnegara, Urap Sayuran Yogyakarta, Sayur Nangka Kapau, Lumpia
Semarang, Naga Sari Yogyakarta. (Baca : Rekor Muri 100 Varian Soto Nusantara)
Makanan
lain adalah Kue Lumpur Jakarta, Soto Ayam Lamongan, Rawon Surabaya,
Asinan Jakarta, Sate Ayam Madura, Sate Maranggi Purwakarta, Klappertaart
Manado, Tahu Telur Surabaya, Sate Lilit Bali, Rendang Padang, Orak Arik
Buncis Solo, Pindang Patin Palembang, Asam Padeh Tongkol Padang, Nasi
Liwet Solo, Es Bir Pletok Jakarta, Kolak Pisang Ubi Bandung, Ayam Goreng
Lengkuas Bandung, Laksa Bogor, Kunyit Asam Solo dan Nasi Tumpeng.
Menurut Fatul Bahri dari BPPI, 30 ikon itu dipilih oleh juri yang terdiri atas Wiliam wongso dan Bondan Winarno.
Diharapkan
kuliner nusantara ini bisa menembus luar negeri, seperti yang dilakukan
oleh Thailand. "Mengapa kuliner Thailand bisa tembus luar negeri karena
pemerintah Thailand kalau ada restoran yang mau buka di luar negeri,
diberi insentif," kata Yanti. Menurut Yanti, acara ini merupakan bentuk
apresiasi kuliner Indonesia.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar